Thursday, June 08, 2006

The Ivy Chronicles


Photobucket - Video and Image Hosting



Judul Buku: Ivy Chronicles
Penulis: Karen Quinn
Tebal: xvi + 448 halaman
Cetakan: Pertama, Juni 2006
ISBN: 979-24-3919-6

Dua hal menyakitkan membuat kehidupan Ivy remuk redam; kehilangan pekerjaan mapannya sebagai manajer sebuah bank dan rumah tangganya yang hancur berantakan. Ivy benar-benar remuk. Adakah harapan bagi Ivy untuk keluar dari kemelut?

Dengan kecerdasannya, Ivy berusaha merekat kembali potongan-potongan hidupnya. Ia pun kembali berjuang. Tidak hanya untuk dirinya dan kedua anaknya, tetapi juga untuk cintanya yang hilang, untuk seorang pria yang akan membuat Ivy rela menyerahkan satu-satunya hal yang paling berharga; hati yang mulai tersapu hangatnya cinta.
Namun, kali ini dengan langkah hati-hati ….


“Kisah yang sangat lucu dan kerap membuat mata terbelalak tentang hal-hal yang tidak biasa di belantara taman kanak-kanak di Kota New York. Karen Quinn memperkenalkan kepada kita sebuah dunia yang sinting tatkala ambisi orangtua diturunkan kepada anak-anak seperti penyakit, dan masa kanak-kanak diperdagangkan bagaikan saham. Jika Anda merasa sebagai orangtua yang tidak waras, baca buku ini dan Anda akan merasa waras.”

-Allison Pearson, penulis I Don’t Know How She Does It

“Saya melahap bocoran yang mengundang tawa ini yang bercerita tentang para pejuang kaya beringas yang tidak akan berhenti sampai aksesori mereka (anak-anak mereka) mendapatkan tempat di sekolah yang tepat. Tokoh utama yang brilian, cerdas, dan penuh perasaan ini merupakan petunjuk yang tepat, yang akan membuatmu tertawa sampai menyemburkan kopi susu di mulutmu.”

-Jill Kargman, co-penulis The Right Address

“Saya tertawa senang – tapi juga bercampur dengan tawa cemas seorang ibu yang pernah merasakannya.”

-Elizabeth Buchan, penulis Revenge of the Middle-Aged Woman

“Lucu dan menghibur. Setara dengan The Nanny Diaries, tapi The Ivy Chronicles jauh lebih lucu dan lebih gelap serta memperkenalkan Karen Quinn sebagai penutur baru yang menyenangkan di zaman kita.”

-Katherine Weber, penulis Little Women

“Sebuah kilasan menghibur tentang sekolah swasta dari seseorang yang pernah mengalaminya. Menyenangkan untuk dibaca.”

-Janice Kaplan, co-penulis The Botox Diaries

“The Ivy Chronicles karya Karen Quinn memberi kita kilasan yang lezat ke dalam dunia penerimaan taman kanak-kanak. Persiapkan diri Anda untuk sebuah bacaan yang mengejutkan, lucu, dan berani.”

-Amanda Flipacchi, penulis Vapor dan Love Creeps

“Gembira, bersemangat, dan bijaksana. Dengan humor dan hati, Karen Quinn dengan cerdas mengungkapkan dunia penuh persaingan atas kekayaan yang tidak wajar, yang sangat kita benci. Para pembaca akan bersorak untuk Ivy!”

-Leslie Schnur, penulis The Dog Walker

Wednesday, March 22, 2006

Cosmopolite

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Cosmopolite
Penulis : Anto Giri
Tebal : vi + 342 halaman
Cetakan : Pertama, Februari 2006
ISBN : 979-24-3905-6


Masing-masing tokoh dalam novel ini—Aditya, Ajiva, dan Rendra—terhubung oleh sebuah jalinan bernama persahabatan. Kelanggengan persahabatan ini ternyata mulai retak ketika Ajiva terperosok ke dalam konflik ego dalam dirinya. Terlebih ketika keterbukaan, kejujuran, dan ketulusan yang menjadi fondasi mulai tergantikan oleh kecurigaan dan prasangka.
Tidak berlebihan rasanya kalau novel ini dikatakan sebagai novel yang jujur membeberkan kehidupan di dalam masyarakat urban: Ternyata, di tengah gegap gempita sahara kehidupan kota, persahabatan bisa menjadi oase yang melegakan ….

Benar-benar luar biasa...really make me feel I AM A WORLD!!
— Lan Fang, penulis

Dyah Pitaloka

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Dyah Pitaloka
Penulis : Hermawan Aksan
Tebal : viii + 326 halaman
Cetakan : Pertama, November 2005
ISBN : 979-24-3903-X


Sebagai perempuan Sunda, tepatnya putri raja Sunda, Dyah Pitaloka merasa terkungkung hidupnya. Terlalu banyak patikrama yang harus dijaga, terlalu banyak pantangan yang harus dihindarkan. Bahkan dengan adik laki-lakinya, Dyah Pitaloka kalah istimewa. Begitukah nasib perempuan negerinya?
Melalui kelebat-kelebat pikiran Dyah Pitaloka, pembaca dibawa ke dalam permenungan mengenai kesetaraan, kemanusiaan, dan pengorbanan. Peristiwa sejarah yang telah usang dimaknai kembali menjadi sebuah novel historis yang menawarkan sentuhan romantis.


Berbahan baku sejarah, novel ini bercerita tentang nilai sebuah kesetiaan dan pengkhianatan. Cerita Perang Bubat, babak dalam sejarah perjalanan dua kerajaan di Pulau Jawa, Sunda dan Majapahit, ini pada gilirannya menjelaskan satu hal: kemanusiaan manusia dinilai dari sikap ksatria yang dia miliki di sepanjang hidupnya.
— Jamal, penulis novel

Ending yang menyentuh. Sebuah "dongeng" sejarah yang manis.
— Noviana Kusumawardhani, Creative Director BBDO Komunika Indonesia

NOVEL ini adalah fiksi yang realistis sekaligus realitas yang fiktif. Di dalamnya ditemukan kesadaran sejarah pengarangnya seperti dimiliki karya-karya Pramoedya Ananta Toer, dan juga ditemukan kearifan bahasa seperti selalu ditemukan dalam novel-novel Remy Sylado. Paduan keduanya ini yang tidak ditemukan dalam novel-novel lain tahun-tahun terakhir ini.
— Arief Gustaman, cerpenis, penulis skenario, pengamat film

Hanya untuk Satu Nama

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Hanya untuk Satu Nama
Penulis : Isbedy Stiawan ZS
Tebal : xii + 180 halaman
Cetakan : Pertama, Oktober 2005
ISBN : 979-3062-73-8


Sungguh! Ibu cuma dapat melambai. Dibawa arus gelombang mahabesar. Tangannya yang satu lagi mendekap kitab suci, seperti menjaga nyawanya sendiri. Ibu terus menjauh, tetapi ia tetap melambai. Sedari tadi Ibu hendak menggamit dan menarikku—tepatnya menyelamatkan aku—dari arus air yang datang tiba-tiba. Ahad pagi yang damaiu berubah menjadi gaduh. Terdengar di mana-mana suara minta tolong dan nama Tuhan dipanggil berulang-ulang…..

Kekuatan manusia dalam menghadapi rintangan hidup memang masih saja mengejutkan dan menarik untuk dikisahkan. Inilah benang merah yang mengaitkan kesebelas cerpen karya Isbedy kali ini. Bencana, kematian, dan penderitaan boleh terus datang menyambangi manusia, namun cinta terhadap sesama dan kepada Tuhannya, membuat manusia tetap mampu bertahan. Dikemas dengan apik dalam bingkai pernikahan, keluarga, dan persahabatan, cerpen-cerpen dalam buku ini menjadi begitu kaya makna di dalam kesederhanannya.


Energi Isbedy tidak dihamburkan dengan memilih kata yang selalu “manis” dan “rumit”.
Justru sebaliknya, dimanfaatkannya energi itu untuk membuat semuanya kembali pada
keseharian. Di tengah lautan yang serba ingin “berbeda”, yang melanda dunia sastra
kita saat ini, percayalah “menjadi sehari-hari” adalah sesuatu yang tidak mudah.
—Yanusa Nugroho

Apres La Pluie

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Après la Pluie: Setelah Hujan
Penulis : Leni Winarni
Tebal : vi + 198 halaman
Cetakan : Pertama, September 2005
ISBN : 979-3062-75-4


Perempuan muda itu penuh semangat, antikemapanan, mandiri, dan tegar dalam menghadapi hidup. Pekerjaannya sebagai seorang fotografer membuatnya harus berada di pedalaman Afrika bersama rekan-rekannya dalam sebuah proyek penelitian. Rekan-rekan kerjanya menganggap Nima sebagai pribadi yang angkuh dan apatis. Di balik penampilannya yang dingin dan tidak peduli itu, sebenarnya Nima menyimpan kegalauan dalam hidupnya. Selain sedang berusaha mencari makna hidupnya, dia juga tengah menghadapi perceraian dengan suaminya, Armand.

Siapa sangka pula kalau hutan afrika telah melibatkan emosi Nima dengan Alan, salah satu rekan kerjanya dalam penelitian. Mereka berdua bertemu dengan sekelompok orang bersenjata dan terperosok dalam penyanderaan. Penderitaan yang mereka alami bersama rupanya telah menimbulkan kesadaran dalam diri Nima bahwa Alan telah banyak memberinya pelajaran berharga tentang hidup. Pada saat yang sama, Armand masih belum bisa melepaskan Nima dan meminta Nima untuk kembali padanya.

Kafe

Image hosting by Photobucket


Judul Buku : Kafe
Penulis : Ch. Happyninatyas
Tebal : x + 166 halaman
Cetakan : Pertama, Agustus 2005
Format : 11,5 cm x 17,5 cm
ISBN : 979-3062-72-x


Aku ingat, cowok-cowok yang naksir dan berniat menjadikan aku pacarnya dulu selalu kabur setelah berdiskusi denganku. Pandangan mereka disempitkan oleh norma-norma dan agama mereka. Maksudnya, mereka nggak bisa mengeluarkan ide yang keluar dari norma-norma itu,picik. Kalau sekedar ide apa, sih, salahnya? Belum lagi waktu aku suruh mereka membuat proposal sebagai pernyataan cinta. Mereka bilang itu hal gila. Juan juga bilang begitu, sih. But this is my world, my rule. I love being narcist.

QUINCY, dia adalah seorang gadis yang unik dilihat dari sisi mana pun. Penampilannya, asal-usulnya, pandangan hidupnya…
Novel ini berkisah tentang sehari di kafe Kaktus milik Mumu, ibu Quincy, seorang single parent yang memilih untuk tidak menikah. Hanya dalam satu hari yang singkat, namun begitu banyak pelajaran kehidupan yang ia dapatkan. Quincy mengajak kita mengenalnya dari dekat dan tentu saja, melihat dunia melalui matanya.

Anak-Anak Rembulan

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Anak-Anak Rembulan
Penulis : Sujatrini Liza
Tebal : vi + 342 halaman
Cetakan : Pertama, Agustus 2005
ISBN : 979-3062-71-1


Vina seorang gadis SMA, tinggal bersama nenek-kakek dan adiknya. Dia hidup dalam kemarahan. Marah kepada keadaan dirinya yang berbeda dengan adiknya (adiknya indo, Vina berwajah indonesia), marah kepada ibunya yang gemar gonta-ganti pacar, dan mengabaikan vina ketika masih kecil.
Saat perayaan tahun baru ibunya, Elis, pulang ke rumah ortunya dan mengajak anak2nya (Vina & Ilsa) untuk rujuk. Vina merasa keinginan ibunya itu sebagai tindakan semena2. Dia memaksa Vina dan Ilsa tinggal di rumah barunya.
Kenyataan demi kenyataan mulai terungkap. Ternyata Elis menderita kanker rahim dan tertular HIV/AIDS. Sementara, dia terlibat cinta segitiga dengan Bara dan Ares. Ares adalah bekas pacar Elis (ternyata juga tertular aids) sedang Bara adalah dokter yang menangani kanker Elis. Bara mengajak Elis menikah, tapi kemudian Elis menolaknya karena menganggap ajakan Bara untuk kawin terlalu cepat.
Vina diam2 naksir Bara. Setelah tahu kalau Bara hanya memanfaatkannya untuk mengejek Elis saat perkawinannya dengan Ares. Dia kemudian memilih liburan ke Cile untuk bertemu dengan teman korespondensinya.
Vina dan Omar ternyata saling jatuh cinta. Omar membuat sebuah buku berjudul “Anak-anak Rembulan” yang dikirimkan kepada Vina. Buku itu merupakan karya monumental Omar setelah beberapa kali menulis buku “kacangan”.

Rindu

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Rindu
Penulis : Korrie Layun Rampan
Tebal : xii+ 168 halaman
Cetakan : Pertama, Juli 2005
ISBN : 979-3062-68-1


Wanita itu masih terus memandang laut.
Kebiruan yang merata menyimpulkan kedalaman yang tak terduga. Seperti hati lelaki, laut itu selalu tak terduga. Hamparan yang biru seperti hamparan musim yang selalu berganti cuaca. Seperti lembayung langit, begitu cepat berganti warna bila senja makin membenam!
Wanita itu masih terus memandang laut.
Memandang laut, seperti membawa wanita itu pada puluhan tahun yang lalu. Saat rasa mesra membuahkan kasih. Dan kasih membuahkan cinta. Dan cinta membuahkan perkawinan.
Awal mulanya adalah laut. (cerpen "Sunyi")

"Rindu" adalah kumpulan cerpen Korrie Layun Rampan. Cerpen-cerpen yang dipilih untuk kumpulan ini berasal dari sejumlah cerpen yang ditulis sejak tahun 1986 hingga 2003 dengan beragam tema.

Detektif Feng Shui 3

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Detektif Feng Shui 3 – Misi Khusus
Penulis : Nury Vittachi
Tebal : vi + 518 halaman
Cetakan : Pertama, Juli 2005
ISBN : 979-3062-67-3


Nury Vittachi lahir di pulau Ceylon nan damai. Namun setelah keluarganya dijadikan sasaran dalam sebuah kerusuhan berdarah, mereka melarikan diri dan selama beberapa tahun harus hidup nomaden, berpindah-pindah dari Singapura ke Kuala Lumpur hingga London. Akhirnya dia menetap di Hong Kong dan di sinilah dia dikenal sebagai The Spice Trader (Sang Pedagang Rempah) dalam bahasa Inggris dan Lai See dalam bahasa China karena kolom gosip pedas yang ditulisnya untuk surat kabar dan majalah.

“Bagi banyak orang, dia adalah kolumnis dan pengarang paling lucu dan tajam di Asia. Bagi orang-orang lain, dia adalah ancaman subversif yang harus diawasi seperti seekor elang.” (Herald Sun, Melbourne)
***
Detektif Feng Shui 3: Misi Khusus adalah buku ketiga dalam serial pengalaman C.F. Wong dan Joyce McQuinnie. Kasus-kasus mereka pertama kali diterbitkan dalam Detektif Feng Shui ( C Publishing, 2005), yang langsung disambut dengan hangat. Setelah itu terbit Detektif Feng Shui 2: Petualangan ke Selatan ( C Publishing, 2005) yang membawa kedua pasangan ganjil tersebut berpetualang ke Australia.

Friday, March 17, 2006

Cintai Aku Sekali Lagi

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Cintai Aku Sekali Lagi
Penulis : Krisni Dinamita
Tebal : vi + 168 halaman
Cetakan : Pertama, Juli 2005
ISBN : 979-3062-64-9


Pulang, bagi Medya, seperti melepaskan kerinduan sekaligus membuka kembali lukanya. Perkawinannya yang batal, ibunya yang shock berat, kekasihnya yang terluka, dan anaknya yang tumbuh tanpa ayah. Semua itu menjadi beban yang menindih pundaknya selama ini.

Kedatangan Medya, bagi Erlangga, adalah harapan baru akan cintanya di masa lalu. Kenyataan bahwa anaknya bukanlah darah dagingnya membuat Erlangga tebersit untuk mengulang kembali manis cinta di masa lalunya.

Rena merasakan kepulangan Medya setelah tujuh tahun menghilang bagai halilintar di siang hari. Medya adalah penghalang cintanya kepada Erlangga. Karena Medya pula Rena menderita dan memilih untuk melakukan banyak hal bodoh demi cintanya kepada Erlangga.

Ketiganya seolah berada dalam jalinan benang hidup yang kusut. Masing-masing punya alasan dengan tindakannya. Hanya cinta yang membuat mereka bertahan.

Detektif Feng Shui 2

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Detektif Feng Shui 2
Penulis : Nury Vittachi
Tebal : viii + 446 halaman
Cetakan : Pertama, Juni 2005
ISBN : 979-3062-60-6


Masih terheran-heran dengan petualangan Wong dan Joyce di seantero Asia dalam Detektif Feng Shui? Nah sekarang mereka pun merambah Australia, jadi bersiaplah untuk masuk ke dalam jalinan kisah yang tak masuk akal: terjebak dalam apartemen yang kebakaran, mengusir hantu gentayangan, menyelamatkan gadis muda yang sebentar lagi akan mati, dan masih banyak lainnya. Yang jelas semua ini menyebabkan Wong dan Joyce pun hampir mati!!
Petualangan Wong makin seru dan menegangkan.


“Cerdik dan jenaka.”― Robert Temple, pengarang The Crystal Sun

“Kocak, cepat, dan membuat geram”― HK Magazine

“Luar biasa, membuat histeris; humor bertebaran di mana-mana.”
— Radio 3CR Australia

The Guru of Love

Photobucket - Video and Image Hosting



Judul Buku : The Guru of Love
Penulis : Samrat Upadhyay
Tebal : xii + 488 halaman
Cetakan : Pertama, Mei 2005
ISBN : 979-3062-55-x


Cinta sungguh tak bisa diduga.
Ramchandra tak pernah menduga akan jatuh cinta pada salah seorang murid lesnya. Bukankah ia sudah menikah selama bertahun-tahun? Bukankah ia teramat mencintai istri dan kedua orang anaknya?
Goma tak pernah menduga suaminya akan berselingkuh. Tak pernah sekali pun terlintas di benaknya bahwa demi cinta ia harus rela berbagi atap dengan kekasih suaminya.
Demikian pula halnya dengan Malati. Perempuan yang terpaksa menjadi orangtua tunggal pada usia yang begitu muda ini tak pernah menyangka bahwa cinta akan membuatnya harus menghadapi situas-situasi sulit.
Pada saat Nepal mengalami pergolakan sosial dan politik yang hebat, ketiga tokoh ini pun mengalami pergolakan batin yang tak kalah dahsyatnya. Cinta, kesetiaan, tradisi, dan ikatan keluarga, menjadi hal-hal yang mau tak mau harus mereka temukan lagi maknanya

“Sebuah kisah menyentuh tentang cinta dan ketidaksetiaan.”
— San Francisco Chronicle

”The Guru of Love secara efektif menautkan dikotomi cinta dan nafsu, lelaki dan perempuan, tradisi dan modernitas ke dalam jalinan cerita yang cantik.”
—USA Today


Label Khusus: Penerima Anugerah Whiting Award 2001

Detektif Feng Shui

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : Detektif Feng Shui
Penulis : Nury Vittachi
Tebal : viii + 380 halaman
Cetakan : Pertama, Mei 2005
ISBN : 979-3062-54-1


Siapakah Mr. Wong?
Sebenarnya sih dia adalah seorang suhu feng shui, 56 tahun, yang bekerja sebagai konsultan di sebuah kantor mungil—dengan sekretaris yang punya kegemaran menguteks kuku. Ia sangat kompeten dalam menggambar diagram lo shu, melihat adanya energi negatif, dan memberikan solusi agar chi mengalir lancar di suatu tempat. Selain itu dia juga punya keahlian jadi detektif, karena sangat hebat dalam memecahkan misteri dan kasus-kasus kriminal.
Bagaimana dengan Joyce?
Well, dia ini gadis bule, 17 tahun, yang blak-blakan, nyentrik, senang menolong, dan kecanduan kafein. Ia datang sebagai pegawai magang tanpa diundang karena ingin mengisi waktu liburannya untuk membuat tulisan mengenai feng shui, dan selalu membuat Mr. Wong kewalahan namun tak mampu berbuat apa-apa—karena ia adalah anak dari klien bosnya…
Sudah dapat gambaran mengenai buku ini? Menarik? Aneh? Unik? Atau malah bikin bingung?
He he he, untuk lebih jelasnya silahkan saja baca sendiri, berkenalanlah juga dengan kawan-kawan Mr. Wong yang tergabung dalam Serikat Industri Mistik Singapura, dan temukan keasyikan tersendiri dalam mengikuti jalinan kisah petualangan sang suhu feng shui yang segar, jenaka, menyentuh, dan penuh filosofi hidup.

Thursday, March 16, 2006

The Pianist

Image hosting by Photobucket

Judul Buku : The Pianist
Pengarang : Wladyslaw Szpilman
Penerjemah :
Tebal : halaman
Cetakan : Pertama, April 2005
ISBN : 979-3062—46—0


Pada 23 September 1939, Władyslaw Szpilman memainkan Nokturno karya Chopin dalam C Kres Minor di radio sementara granat-granat meledak di luar studio itu—sangat keras sehingga dia tidak dapat mendengar bunyi pianonya sendiri. Inilah siaran musik langsung terakhir dari Warsawa: hari itu, sebuah bom tentara Jerman menghantam studio, dan sejak saat itu Radio Polandia tidak mengudara lagi.
Meskipun kehilangan seluruh anggota keluarganya, Szpilman berhasil bertahan hidup dalam persembunyian. Pada akhirnya, dia diselamatkan oleh seorang tentara Jerman yang menikmati permainan piano nokturno Chopin yang sama di tengah-tengah reruntuhan gedung. Ditulis segera setelah perang usai dan disembunyikan selama berpuluh-puluh tahun, The Pianist adalah sebuah kesaksian menakjubkan tentang daya tahan manusia yang luar biasa dan bagaimana manusia memulihkan diri dengan cinta kasih.
Film yang diangkat dari buku ini dengan judul yang sama oleh Roman Polanski, memenangkan Palme d'Or—penghargaan tertinggi Cannes Film Festival.

Władyslaw Szpilman lahir pada 1911. Dia belajar bermain piano di Konservatori Warsawa dan Akademi Seni di Berlin. Sejak 1945 sampai 1963, dia menjabat sebagai Direktur Musik di Radio Polandia, dan juga telah meniti karier sebagai seorang pianis konser dan komposer selama bertahun-tahun. Dia tinggal di Warsawa sampai kematian menjemputnya pada tahun 2000.